Rabu, 02 Desember 2009

Rabu, 11 November 2009

Menjelang tanggal 15 November 2009, umat Paroki Lubuk Pakam disibukkan dengan berbagai persiapan dalam perayaan Pesta Kristus Raja. Karena pada pesta tersebut akan banyak diadakan kegiatan diantaranya perlombaan Paduan Suara yang diikuti oleh umat lingkungan Gereja induk lubuk pakam dan juga umat yang dari stasi-stasi yang ada di Paroki Lubuk Pakam. Perayaan tersebut akan dilaksanakan di Aula Akper Medistra Lubuk Pakam.Dalam hal ini Mudika lubuk Pakam turut dilibatkan dalam kepanitiaan. Perayaan Pesta Kristus Raja ini akan dihadiri oleh Yang Mulia Uskup Agung Medan dan Para Pejabat daerah.

Pesta Kristus Raja ini diadakan setiap tahunnya oleh seluruh umat Katolik diseluruh dunia, terutama di Paroki Gembala Yang Baik Lubuk Pakam. Disela-sela pesta akan diadakan adara lelang untuk menggalang dana pembangunan gereja stasi Bangun Purba yang saat ini proses pembangunannya belum selesai, juga untuk menggalang dana untuk pebangunan gereja induk Paroki Lubuk Pakam yang saat ini kondisinya sudah mulai rapuh dan dirasa sudah kurang luas untuk menampung umat pada saat kegiatan Misa dan acara ibadat lainnya.

maka oleh karena itu diharapkan pada semua umat yang ada di paroki lubuk pakam supaya turut serta berpartisipasi untuk rencana pembangunan gedung gereja kita, juga diharapkan partisipasi dari para umat paroki lubuk pakam yang dimanapun berada sekarang.

Semoga Pesta Kristus Raja nanti dapat berlangsung lancar dan sukses, sehingga segala rencana-rencana baik kita demi pengenbangan dan pembangunan gereja kita dapat terkabulkan. 

Senin, 09 November 2009

Malaikat Pelindung



Pada hari ini kita merayakan pesta para utusan Tuhan yang melindungi kita umat manusia. Kita dapat menemukan kisah tentang mereka sepanjang Kitab Suci. Para malaikat menyampaikan pesan-pesan dari Tuhan, melindungi manusia dari mara bahaya serta menyelamatkannya. Dalam Perjanjian Baru, dalam Kitab Kisah Para Rasul bab 12 dikisahkan bagaimana St. Petrus dibimbing oleh seorang malaikat untuk meloloskan diri dari penjara. Telah berabad-abad lamanya umat Kristiani percaya bahwa kita masing-masing mempunyai seorang malaikat pelindung.

Gambar malaikat pelindung yang paling sering kita jumpai adalah gambar seorang malaikat yang sedang melindungi seorang anak kecil yang sedang berjalan menyeberangi sebuah jembatan kecil. Pada tahun 1608, Paus Paulus V menambahkan pesta para malaikat pelindung ke dalam penanggalan para kudus dan pesta gerejani. Mengetahui serta mengimani bahwa kita masing-masing mempunyai seorang malaikat pelindung yang melindungi kita, sungguh sangat membesarkan hati. Malaikat pelindung kita adalah hadiah dari Tuhan kita yang penuh belas kasih.

“Demikianlah para malaikat itu berada di sini; mereka ada di sampingmu; mereka ada bersamamu, mereka ada bagi kamu. Mereka ada di sini untuk melindungimu serta melayanimu. Dan meskipun Tuhan-lah yang telah menugaskan mereka untuk tugas-tugas itu, kita tetap harus berterima kasih kepada mereka oleh karena kasih mereka yang besar sehingga mereka taat serta datang untuk menolong kita pada saat kita membutuhkan pertolongan.”


St. Bernardus
St. Gerardus dari Brogne



Gerardus dilahirkan di akhir abad kesembilan di Perancis. Keluarganya kaya raya, tetapi Geradus bukanlah seorang yang sombong. Sesungguhnya, ia dikenal sebagai seorang yang baik hati dan bersahabat. Sepulang dari pergi berburu, ia dan kawan-kawannya kembali ke rumah dalam keadaan capai dan lapar. Setelah mengundang teman-temannya masuk untuk makan minum dan beristirahat, ia sendiri pergi. Gerardus pergi menyelinap menuju sebuah kapel kecil yang berada dalam wilayah tanah miliknya. Ia berdoa untuk jangka waktu yang lama di sana. Tubuhnya yang lelah pun beristirahat dan ia lupa sama sekali mengenai rasa laparnya.
Gagasan muncul di benak Gerardus, andai saja orang banyak menyadari sukacita doa, maka pastilah mereka akan dengan lebih suka hati berdoa. Kemudian pikirannya pun melayang kepada para biarawan yang melewatkan sepanjang hidup mereka menyampaikan puji-pujian kepada Tuhan. Bayangkan betapa mereka beroleh hak istimewa, pikirnya. Maka berdoalah ia memohon kesempatan untuk mendapatkan panggilan religius dan akhirnya ia dapat bergabung dalam biara St Denis.
Gerards mencintai kehidupan yang telah dipilihnya dan setelah menamatkan pendidikan ia ditahbiskan menjadi seorang imam. Ia telah melewatkan sebelastahun sebagai seorang biarawan ketika kepadanya diberikan ijin untuk mendirikan suatu biara baru di tanah miliknya di Brogne. Biara berkembang, tetapi Gerardus merasa terlalu banyak aktivitas dan kesenangan di sana. Sebab itu ia membangun bagi dirinya sendiri sebuah gubug pertapaan di samping gereja. Ia tinggal di sana dengan tenang seorang diri.
Tetapi, ia tidak dibiarkan tinggal dalam damai untuk waktu yang lama. Para superior meminta Gerardus untuk mengunjungi biara-biara di Flanders dan Normandy. Para biarawan membutuhkan bimbingan dan pertolongan agar dapat lebih bertekun. Tugas ini menghantar Gerardus dalam banyak perjalanan selama duapuluh tahun. Sepanjang hidupnya Gerardus hidup dengan cara hidup yang ketat penuh matiraga. Ia melakukannya sebab ia ingin membuktikan kepada Yesus bahwa ia mengasihi-Nya. Ia menunjukkan kasihnya itu dengan suka hati mempersembahkan tindakan-tindakan kecil penyangkalan diri. Ketika tahu bahwa masa hidupnya di dunia akan segra berakhir, ia minta agar diijinkan kembali pulang ke gubug pertapaannya di Brogne. Ijin diberikan. Gerardus wafat dalam damai pada tanggal 3 Oktober 959.

St Gerardus menemukan cukacita doa yang berasal dari hubungan yang akrab mesra dengan Tuhan. Adakah suatu cara di mana aku dapat membina hubungan yang lebih akrab dengan Tuhan dalam hidupku sendiri?